Puisi

Jarum Benang

7 Februari 2010

Aku memegang gulungan benang…

Namun tiada mampu kutemukan dimana ujung dan pangkalnya.

Sementara pakaianku, lubangnya harus segera kujahit.

Tanganku bergetar. Mataku nanar.

Pakaian itu, harus menunggu lagi.

Jarum yang kupersiapkan pun, kembali kusisihkan.

Segulung benang, tanpa ujung tanpa pangkal.

Mungkinkah esok jarum sendiri yang akan memutuskan?

 

_NS_

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *