Trigger Finger ; Momok Baru Bagi Mamak-Mamak Bakul Onlineshop

Saya tuh punya buku cerita anak-anak. Isinya tentang sekelompok hewan yang saling berteman. Nah, salah satu anggota pertemanan itu sakit tangannya sehingga nggak bisa main. Usut punya usut, sebabnya karena kebanyakan megang gadget. Buku cerita itu jadi andalan saya untuk mengedukasi anak-anak ; Nah liat kan.. kalau kebanyakan main hape tuh begitu tuh. Tangannya sakit.

Eh, qodarullah, saya sendiri yang kena sakit. Jadi malu deh.. Ketauan megang hapenya keseringan. 😂

Cerita bermula saat saya bangun dari tidur siang di hari Ahad, 28 Nov 2020. Tiba-tiba sendi jari telunjuk di tangan kanan saya nyeri bukan main. Digerakin sakit. Dipencet sakit. Saya kira kena asam urat. Nggak nahan sakitnya, lalu saya minum obat asam urat. Dan, nggak ngefek dong. Nyerinya makin lama malah makin menjadi. Nyeri bangetlah.

Malamnya, telunjuk saya makin kaku. Diluruskan sakit, ditekuk le bawah sakit. Jadi sepanjang malam posisi telunjuk saya kayak gini nih :

Posisi jari saya selama 2 hari seperti ini. Tidak bisa lurus, tidak bisa ditekuk ke dalam. Bengkak dan sakit pol.

Mbokmer menawarkan obat, katanya buat segala nyeri manjur. Saya telan segera. Pengen cepet ilang nyerinya gitu. Hmm.. Nggak mempan juga rupanya.

Keesokan paginya, hari Senin 29 Nop 2020, jari telunjuk saya makin memprihatinkan kondisinya. Beneran sakiiiitt, dan tambah bengkak. Fyi, nggak ada riwayat kecetit atau digigit serangga ya. Ini sakitnya tiba-tiba aja. Dan membengkak perlahan. Rasanya tuh kayak otot bawah jari telunjuk memendek. Jadi susah digerakin. Kaku. Kesenggol aja aduhai rasanya, apalagi buat megang sesuatu. Nggak bisa sama sekali. Jadi saat hapean balas wa, saya make jari tengah, kelingking dan telunjuk di tangan kiri. Jadi lamaaaa betul ngetiknya. Typo mulu. So, monmaklum kalau kemarin sempat slowres ya.. Wkwkwkwk…

Karena nggak nahan sama senut-senut nyeri warbiasa, hari Senin siang saya diantar suami ke klinik terapi cidera otot milik UNY.  Fyi, ternyata sekarang sudah pindah lokasi, di gedung baru dekat rektorat. Namanya Health and Sport Center, disingkat HSC UNY. Gedungnya bagus, nyaman, bersih dan ruang terapinya wangiii… Terapisnya juga baik. Ada terapis lelaki dan perempuan.

Sampai di HSC ternyata pendaftaran pasien sudah tutup. Jam 2 siang tutupnya. Yawislah, daftar aja buat besok.

 

HSC UNY

Hari Selasa, 01 Desember 2020, saya berangkat agak pagi. Diantar #pacarhalal jam 9 dari rumah. Karena jadwal terapi saya jam 09.30.

Sampai di loket pendaftaran, daftar ulang nama untuk dibuatkan kartu pasien. Nggak nunggu lama, nama saya dipanggil. Sudah deg-degan rasanya. Karena sudah membayangkan bakalan sakit dipijit-pijit. Hahaa.. Ini kali kedua terapi saya di klinik cidera otot UNY. Dulu – kalau tidak salah tahun 2016 – di gedung HSC lama, saya pernah juga terapi karena kaki terkilir waktu turun dari trotoar.

Loket HSC

Back to therapy, pemijatan oleh Mbak terapis pun dimulai. Awalnya cuman dipijit bagian pergelangan tangan atas, otot tangan saya di bagian itu ngunci katanya. Oh, jangan tanya sakitnya. Saya jejeritan di ruang terapi. 🤣

Iya sih, rasanya ada yang nggronjal-nggronjal nggak karuan ototnya. Setelah agak kendor, si Mbak terapis – yang saya lupa nanya namanya- memijit area telunjuk kanan saya. Hwaaaa… Jejeritan episode 2 dimulai. Malu sih. Tapi sakit e. Gimana dong. Njeritnya tuh sudah auto on. You know lah pemirsa, kesenggol aja sakit, apalagi dipijit. 😂 Kata Mbak terapis, “Ini pelan-pelan banget kok, Bu.” Kata saya, “Byuuuhhh.. Lara e, Mbak!” 🤣

Di sela rehat pijat, saya tanya tinyi dong. “Apasih sebabnya bisa begini jari saya, Mbak? Kok bisa tiba-tiba kaku dan bengkak gini.”

“Banyak sebab, Bu. Tapi yang jelas ini karena tangan ibu sering dipakai untuk gerakan statis. Gerakan berulang yang tanpa disadari bikin otot tendonnya cidera. Misalnya mengiris, menguleg, megang hape, dll.”

Duhiyung. “Saya bakul onlen e, Mbak. Kayaknya penyebabnya cenderung ke megang HP itu. Oya, sakit ginian namanya apa, Mbak?”

“Trigger finger, Bu. Jadi tendon di bawah telunjuk ibu ini kaku.”

Owalah.. Semalem saya gugling dengan keyword : jari telunjuk tiba-tiba sakit tak bisa digerakkan. Dan yang muncul adalah si Trigger Finger ini.

Apakah Anda pernah mengalami jari kaku saat sedang mengetik di komputer atau ketika menggunakan gadget? Bila iya, bisa jadi Anda mengalami kondisi trigger finger, yaitu kondisi ketika jari terkunci (kaku) pada posisi menekuk atau meregang.

Trigger finger terjadi saat selubung pelindung yang mengelilingi tendon jari mengalami peradangan. Peradangan inilah yang menyebabkan tendon tidak bisa bergerak secara leluasa sehingga jari tangan kaku dalam satu posisi.

Biasanya seseorang yang mengalami trigger finger akan merasakan nyeri di pangkal jarinya, terutama saat menekuk atau meluruskan jari. Selain rasa nyeri, trigger finger juga akan menyebabkan munculnya gejala lain, seperti benjolan di pangkal jari, dan terdengar bunyi saat jari ditekuk atau diluruskan.

https://www.alodokter.com/ketahui-penyebab-trigger-finger-dan-cara-mengobatinya

Menurut gugel, terapinya dengan cara meluruskan jari memakai deker jari. Tapi semalaman saya luruskan dengan deker alakadarnya, eh keesokan paginya jari telunjuk saya malah nggak bisa dtekuk. 🤣 Dan sakitnya makin menjadi. Maasya Allah warbiasa.. Megang sendok aja jatoh pemirsa! 😂

Ternyata memang ada bagian otot tangan yang harus dilemaskan dulu. Jadi nggak asal dipakein deker jari. Bisa-bisa otot nggak mau balik lagi deh.

Setelah selesai jejeritan karena dipijit, Mbak terapis yang baik hati itu pun memanggil seorang ibu, sudah sepuh. Looks so senior. Sepertinya dokter disitu. Beliau memegang jari saya, “Wah, bengkak begini. Sudah 2 hari ya? Radang ini. Saya resepkan obat, nanti ditebus sendiri di apotik ya.” katanya.

Duh… Qodarullaah…

Selesai terapi, bayar ongkos terapi, 80 ribu.

Kuitansi & kartu pasien

“Bu, ini nanti obatnya 2 macam, jangan lupa beli Voltaren Gel untuk dioles di bawah telunjuk. Sampai hari Rabu, jarinya jangan dipakai dulu. Kurangin megang HP ya. Hari Kamis, lakukan terapi sendiri seperti yang saya ajarkan tadi. Obatnya ini bisa dibeli di apotik.” kata si Mbak terapis.

Resep untuk Trigger Finger

Alhamdulillaah..

Lumayan lega. Karena sudah tahu penyebabnya. Pulang dari HSC lalu cuss ke apotik. Nebus obat. Hmm.. Mayan juga. 140 ribu. 🤣

 

obatnyaaa

Sampai rumah, makan, minum obat lalu oles-oles Voltaren gel. Semoga bisa segera membaik. Aamiin..

Mainan HPnya? Ya lanjut, lha bakulan e, Mbok. 😂 Cuma jadi slowres dikitlah..

Dan.. ini jadi kayak teguran dari Allah. “Eh, Simbok-e Sulthon, nyekel hape terus, nyekel Qur’an e kapan??” #selfplak

Ampuunn ya Allah…

Hari ke 3 mulai membaik

Semoga tulisan ini bermanfaat ya, Mbok-Mbok olshoper, Nyaik-Nyaik yang ga bisa lepas HP. Hahaa..

Padahal saya HPan cuma buat wa aja. FB sudah mulai off. IG wis luweh embuh. Masih bisa kena Trigger Finger. Apa kabar Mamak-mamak yang FB dan IG on terus, wa apalagi, masih jg drakoran. Hebat kalian, Mak. Be careful dan jaga kesehatan jari ya, Mak! 😅

Tips agar terhindar dari Trigger Finger adalah mengistirahatkan tangan sebelum tangan terasa pegal karena lelah melakukan aktivitas berulang. Trigger finger tidak hanya karena kebanyakan megang HP juga. Bisa karena kebiasaan mengiris, menguleg, memegang terlalu kuat, dll. Yang semua aktivitas itu dilakukan berulang dan lama. Jadi, tetap waspada ya, Mak!

About Author

Perempuan yang lebih suka ngoceh pakai jari daripada pakai mulut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *